Mereka Yang Bahagia dan “Lupa”

Saat saya bertemu dengan teman-teman yang sama-sama sulit hamil, obrolan kami sangat nyambung, sama-sama prihatin, sama-sama bersimpati dan berempati, dan berjanji saling mendoakan.

 

Begitu satu persatu teman ”senasib” ini mulai  hamil, dan saya masih belum hamil juga, terselip rasa senang sekaligus sedih. Senang karena melihat mereka begitu bahagia dengan kehamilan mereka. Sedih karena, yah, saya belum juga hamil.

Entah karena iri atau sensitif, saya jadi kurang nyaman saat mereka dengan bangga mengelus perut buncit mereka dan berkata, ”Ayo, Mbak Hima… kapan nih nyusul?”

Kemudian dengan berbinar-binar mereka menceritakan kehamilan mereka. Oh..oh… lupakah mereka pada kegalauan mereka dulu dan bahwa saya masih terus berjuang untuk bisa hamil?

Lalu disambung dengan nasehat ini itu dan tips-tips supaya cepet hamil. Ada yang masuk akal, ada yang makan biaya buanyaaak…

Atau… mereka menyarankan ke dokter itu yang bagus, lain lagi bilang : dokter anu aja yang lebih senior….bla..bla…

Yah, saya cuma bisa dengerin aja, saran yang masuk akal kadang saya ikutin, tapi yang nonsens ya jelas nggak saya lakukan dong……

..hima..

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: