Pilih dokter SpOG atau KFER ya?

Pasangan suami istri yang sudah bertahun-tahun menikah namun tak kunjung mendapat anak, disebut juga pasangan tidak subur, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter di bidangnya.

Segeralah bertemu ahli/spesialis kandungan. Dokter akan membantu kita dalam menemukan masalah infertilitas suami dan istri. Jika selama 6 kali siklus haid tak kunjung hamil juga, sekarang saatnya untuk berkonsultasi pada dokter Konsultan Fertilitas (KFER).

Apapun dokter yang akan dipilih, semuanya haruslah berdasarkan persetujuan suami dan istri.

Nah, apa sih bedanya?


1. Dokter spesialis kandungan (SpOG)

Kita intip dulu apa kata Om Wikipedia ya…

 

Dokter spesialis adalah dokter yang mengkhususkan diri dalam suatu bidang ilmu kedokteran tertentu. Seorang dokter harus menjalani pendidikan profesi dokter pasca sarjana(spesialisi) untuk dapat menjadi dokter spesialis. Pendidikan dokter spesialis merupakan program pendidikan profesi lanjutan dari program pendidikan dokter setelah dokter menyelesaikan wajib kerja sarjananya dan atau langsung setelah menyelesaikan pendidikan dokter umum.

Pendidikan dokter spesialis di Indonesia dinamakan Program Pendidikan Dokter Spesialis atau PPDS yaitu program pendidikan untuk melatih seorang dokter umum untuk menjadi dokter spesialis tertentu. Lama pendidikan ini bervariasi rata-rata 8 semester. Program ini baru dilakukan oleh beberapa fakultas kedokteran di universitas negeri yang bekerja sama dengan rumah sakit pendidikan. Dokter umum yang melanjutkan pendidikan sebagai dokter spesialis disebut residen.

sumber: Wikipedia

 

Contoh:  dr. Abecede, SpOG

Dokter spesialis Obstetri & Ginekologi (kebidanan dan kandungan)

 


2. Dokter KFER:

Sub-spesialis / konsultan

Sebagian dokter spesialis melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu subspesialis (Sp2), atau lebih dikenal sebagai konsultan. Pendidikan Sp2 ini dijalani selama 4 sampai 6 semester. Beberapa gelar yang ditambahkan:

1. (K) diakhir gelar spesialisasi berarti Konsultan/Spesialis 2/Sub Spesialis, misalnya Sp.A (K) – artinya Spesialis Anak Konsultan

2. KFER – “Konsultan Fertilitas Endokrinologi Reproduksi” (biasanya dimiliki oleh spesialis kebidanan)

3. KFM – “Konsultan Feto Maternal” (dimiliki oleh spesialis kebidanan-kandungan)

sumber: Wikipedia

Contoh:

1. Dr. dr. Abecede, SpOG-K, M. Kes

Dokter ahli kandungan, konsultan, Magister Kesehatan

2. Dr. dr. Efgeha, SpOG, KFER, MARS

Dokter ahli kandungan, Konsultan Fertilitas Endokrinologi Reproduksi, Magister Administrasi Rumah Sakit.

 

Wah, rumit ya…

tapi nggak perlu deh kita pusing-pusing menghafalkan gelar dokter-dokter itu..

segera aja konsultasi bila dirasa perlu… yuuk…

Nah, kalau kita sudah berhasil hamil dengan kondisi kehamilan normal baik dan sehat, boleh-boleh saja kita pindah dari dokter Konsultan Fertilitas (KFER) ke dokter kandungan (SpOG).  Tapi sah-sah aja sih kalau kita ingin tetap dipantau oleh dokter KFER yang mengenal persis riwayat awal kehamilan dan kesulitan-kesulitan kita. Tetap semangat!

Hima…

Leave a comment

8 Comments

  1. santi

     /  January 15, 2013

    Mau nanya nih..dimana saya bisa dapatkan daftar2 dokter KFER diyogyakarta.makasih..

    Reply
    • Para dokter KFER bisa dijumpai di RS. Sardjito, Mbak Santi… tepatnya di klinik Fertilitas mereka, Klinik Permata Hati. silakan datang ke sana, Mbak…

      salam,
      hima

      Reply
      • Amel

         /  May 24, 2014

        Dear mbak santy,il
        di klinik infertilitas PERMATA HATI RSUP DR. SARDJITOmbak
        disana dokternya bergelar Sp. OG (K) semua
        di RSKIA SADEWA juga ada
        kalau saya kebetulan di PERMATA HATI

  2. angel

     /  August 28, 2013

    q kan kmrn periksa di dr. adrian rmh skt bersalin st. yusuf-sunter dan ternyata q pny miom uk kurang lebih 3.5cm… q baru menikah di bulan juni 2013 dan q mw hamil buru2 karena selain faktor umur q jg mw miom q bs sembuh or keluar bersama dgn dede bayi na pas lahiran..

    kira2 q hrs berobat k dokter spog or pindah ke spog (k) yh??

    Reply
    • Saran saya sih, ke dokter SpOG dulu, Mbak… biaya konsul lebih murah hehehe… kalau diperlukan, dokter tersebut akan merujuk ke KFER untuk tindakan/selanjutnya…
      Tapi kalau mau langsung ke KFER juga gak ada yang melarang, semua pilihan bebas pasien kok..
      Salam,
      hima

      Reply
  3. AiniZL

     /  September 2, 2013

    maaf mau bertanya bila kita ingin mengambil jurusan KFER atau spOG syarat utamanya apakah harus S1 dahulu ? bisakah dari amd.keb langsung mengambil spOG atau KFER ?

    Reply
    • Salam kenal Mbak…
      setahu saya syaratnya harus S1 kedokteran dulu.. Saya tidak tahu apakah ada syarat-syarat tertentu (bila memungkinkan) dari Amd Keb langsung spesialisasi …

      hima..

      Reply
  4. Meriagustini

     /  January 25, 2016

    Sore ak mau tnya dnk,ada refrensi rumah sakit mana yah yg ada gelar Kfer ny soal ny ak mau program lgy.
    Kmren smpet program dgan gelar kfer jg di rumah sakit kedoy,tapi tdk berhasil
    Kata ny ak kena pco tp pas cek terkhr indung telur ku sudah membesar
    Jdi saya berniat untk gnti dr n rumah skit laen terima kasih

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: