Hydrosalphing

Banyak orang tidak mau berbicara tentang hal-hal yang terlalu sensitif.  Tetapi saya ingin berbagi tentang hydrosaphing, “penyakit” yang ternyata saya derita entah sejak kapan…

 

Apa sih Hydrosalphing itu?

 

Hydrosaphing atau Hydrosalpinx berasal dari kata “hydro” (air)- dan “salpinx” (terompet) adalah penyakit dimana terjadi abses atau terkumpulnya sejumlah cairan atau nanah di saluran telur dekat ovarium/ indung telur.  Dalam beberapa kasus, cairan nanah ini menyebabkan sumbatan total pada tuba falopi/ saluran telur.

Sebagaimana biasanya adanya nanah mengindikasikan terjadinya peradangan dan infeksi, demikian juga dengan hydrosalphing. Dengan bahasa awam, hydrosaplphing adalah infeksi akut pada saluran telur.

 

Nah, sumbatan ini menjadi masalah yang serius dan  berbahaya bagi kesuburan perempuan.

Sumbatan ini menyebabkan gangguan kesuburan/fertilitas, karena nanah itu menghalangi jalan sel telur yang seharusnya bergerak menuju ke rahim. Lagipula, sel sperma suami tidak bisa menembus gumpalan nanah  tersebut sehingga sel telur dan sel sperma tidak pernah bisa bertemu.

hasil foto rontgen HSG, bagian yang menggelembung itulah hydrosalphing

 

tampak pada gambar, bagian yang menggelembung karena cairan nanah melengkung seperti terompet, itulah hydrosalphing.

Catatan: gambar saya pinjam dari sumber ini.

Apa sih penyebab hydrosalphing?

 

Hydrosalphing termasuk dalam kategori Penyakit Radang Panggul (Pelvic Inflammatory Disease) yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor.

Diduga, bakteri Chlamydia-lah penyebab penyakit ini. Penyebab lain yang memicu semakin beratnya kasus hydrosalphing adalah:

  1. aborsi
  2. penggunaan alat kontrasepsi (IUD),
  3. riwayat terapi obat-obatan sebelumnya,
  4. infeksi yang sudah ada sebelumnya,
  5.  bekas luka parut karena operasi sebelumnya dan
  6. “sisa” melahirkan.
  7. Dalam beberapa kasus, hydrosalphing disebabkan oleh penyakit seksual menular seperti Chlamydia atau gonorrhea

 

.

 

Apa sih gejalanya?

Sayangnya, hydrosalphing tidak selalu bisa langsung terdeteksi oleh pasien. Umumnya gejala yang dirasakan adalah adanya keputihan dengan jumlah sedang hingga banyak, dan tidak kunjung hamil meskipun rutin berhubungan badan tanpa menggunakan alat kontrasepsi apapun.

 

Pendeknya, sympthom / gejala penyakit ini tidak nampak secara fisik pada penderita Hydrosalphing. Jika dokter mencurigai adanya masalah pada rahim atau tuba falopi, dokter akan menyarankan pemeriksaan HSG. Dari hasil HSG inilah bsa diketahui, apakah terjadi hydrosalphing atau tidak.

 

Bagaimana pengobatannya?

Sebaiknya berkonsultasi pada dokter yang merawat, bagaimana kondisi hydrosalphing itu sudah parah atau belum, apakah masih bisa diobati dengan obat-obatan, ataukah harus dilakukan tindakan operasi laparoskopi untuk mengatasinya.

Biasanya dokter akan menyarankan operasi untuk melihat secara langsung seberapa parah kondisi tuba falopi yang terinfeksi, apakah masih bisa dikoreksi, ataukah harus dipotong (clip) supaya infeksi tidak menjalar ke organ-organ lainnya.

 

 

Kalau dibiarkan?

Yah, namanya infeksi, bagaimanapun juga harus dibereskan/dikeluarkan dari tubuh!

Jika dibiarkan tanpa pengobatan, sorry to say, tuba falopi atau saluran telur yang terinfeksi tidak bisa berfungsi sebagai organ reproduksi yang ideal, normal dan sehat.

 

Cairan nanah dalam infeksi hydrosalphing ini bersifat toksik atau racun, yang  menghambat perjalanan sel telur menuju rahim, membunuh sel-sel sperma, dan kalau pun terjadi kehamilan, beresiko meracuni janin dalam kandungan yang berakibat pada keguguran berulang.

 

Selama hydrosalphing ini tidak dibereskan, apapun pengobatan dan treatment atau terapi untuk memperbaiki kesuburan/fertilitas tidak akan efektif, bahkan bisa berakibat pada bertambah parahnya hydrosalphing yang diderita.

Hydrosalphing ini ternyata bersifat kambuhan. Jika tidak tuntas penanganannya, penyakit ini bisa berulang kembali.

Jika terus menerus dibiarkan, penderita akan sulit sekali bahkan tidak mungkin bisa hamil.

Lebih buruk lagi, ada resiko abses itu pecah sehingga nanah ”mengotori” bagian yang lain, dan kondisi ini jelas akan semakin merugikan pasien sendiri.

 

 

So what?

Jika dokter menyarankan untuk memotong saluran telur guna membuang bagian yang rusak, mungkin itu memang jalan yang terbaik untuk melindungi organ-organ lainnya supaya tidak terinfeksi, hanya saja, bagi pasangan yang menginginkan keturunan, jelas tidak mungkin lagi untuk bisa hamil secara alami. Bayi tabung menjadi satu-satunya pilihan.

 

Ayo, perhatikan kesehatan…. Dengarkan “alarm” tubuh kita sendiri…

 

hima

Catatan: beberapa informasi saya rangkum dari sumber ini.

Leave a comment

11 Comments

  1. eva

     /  October 14, 2012

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُ
    Salam kenal mbak, saya sudah menikah 8 tahun tapi masih belum diberi keturunan. Sudah berbagai pengobatan saya lakukan tapi belum ada yg berhasil.
    Akhirnya saya dan suami memutuskan utk melaksanakan inseminasi buatan. Kemaren (13 oktober ) saya konsultasi pertama dengan dokter Ƴɑ̈nƍ direkomendasikan oleh teman saya di RS Bunda Padang ( RS BMC )
    Hasil test sperma suami saya bagus, letak rahim saya bagus, tapi dokter masih terus mencari penyebab infertilitas saya.
    اِنْشَاءَ اللَّه. Tanggal 20 minggu depan saya akan melaksanakan test HSG.
    Apakah test HSG itu sakit mbak? Dan apakah kita harus bedrest setelah dilakukan test? Dan biaya HSG kira kira berapa mbak?
    Terima kasih
    Eva

    Reply
    • Dear Mbak Eva…
      terima kasih sudah membaca blog saya.
      Memang HSG lumayan sakit Mbak, tapi saya yakin Anda bisa melaluinya. saya pernah tulis lengkap di tulisan ini, silakan Mbak Eva membacanya, karena lebih lengkap di tulisan itu. silakan klik saja.
      https://himaalvie.wordpress.com/2012/02/29/hsg-hysterosalpingography/

      Waktu saya HSG di Bandung biaya sekitar Rp 750.000,- Biaya obat kontras-nya yang mahal hehehe… tapi maaf Mbak, saya nggak tahu harga di luar Jawa yaa..
      Semoga hasilnya bagus ya Mbak Eva…

      salam,
      hima

      Reply
  2. iyud

     /  October 15, 2012

    Dear Mbak Hima,
    Salam kenal… terima kasih atas info nya mbak, sangat membantu saya mencari tau masalah kesuburan. Saya sudah menjalani HSG (menurut saya tidak begitu sakit dr pada saat haid hari pertama). Ternyata hasilnya tuba kanan saya lebih kecil dari tuba kiri dan saya terkena bakteri chlamidya. apakah yang saya derita berakhir sama dengan mbak terkena hydrosalphing?? pengobatan dilakukan untuk suami dan istri, dan kami dberi minum obat antibiotik. menurut mbak, apa lagi pengobatan yang harus saya lakukan utk menghilangkan bakteri chlamidya dan segera utk mndapat keturunan…
    terima kasih

    salam

    iyud

    Reply
    • Dear Mbak Iyud,
      salam kenal juga Mbak.. terima kasih sudah membaca blog saya ya…
      Mungkin kondisi setiap pasien berbeda-beda ya Mbak.. saya 2x HSG dan merasakan sakit/mulas/nyeri yang cukup mengganggu, dan mungkin bagi orang lain tidak seberapa sakit.

      Saya bukan dokter Mbak, jadi maaf banget ya, saya tidak bisa menjawab apakah yang Mbak derita itu sama dengan yang saya derita.
      Saya juga tidak bisa merekomendasikan pengobatan lanjutan apa yang perlu untuk Anda dan suami, (bukan kapasitas saya untuk menjawabnya), karena jelas hal ini hanya dokter kandungan/ Konsultan Fertilitas yang berkompeten menjawabnya, Mbak…

      salam,
      hima

      Reply
  3. Salam Mbak Alvie, saya sudah HSG kemaren, dan memang sakit.. mules,, kram.
    hasilnya tuba kiri saya non patent.
    dokter juga memeriksa indung telur saya,, ternyata telur telur saya pada hari haid ke 10 gak ada yang matang satupun. .Dokter menyarankan saya untuk check hormon. D
    Duuh.. kok banyak banget ya hal hal penyebab saya gak hamil. dokter memperkirakan hormon saya ada yang gak stabil.

    Doakan saya selalu tabah menjalani tahapan tahapn pengobatan ini ya mbak

    Reply
    • Dear Mbak Arifah…
      mungkin terdengar klise ya kalau saya mengatakan: sabar ya Mbak…
      yang jelas saya mengerti banget perasaan Mbak Arifah… ya cemas, gamang, ragu, takut, apapun itu, saya mengerti banget…

      Kalau boleh nyumbang saran nih Mbak, tetep dicari sebabnya dan diobatin/ditreatment tuntas oleh dokter di bidangnya.. kalau perlu cari second opinion…
      terus semangat ya Mbak…

      salam,
      hima

      Reply
  4. ellen

     /  October 23, 2012

    Dear Mba HIma,

    Salam kenal yah…
    Bersyukur ada blog mba, aku lagi baca2 penyebab hydrosaplhing, soalnya aku habis HSG dan hasilnya😦 bikin down… hydrosalphing bilateral.

    Sekedar share aja, Aku da nikah 5thn hiks..hiks…kemarin aku nangis seharian pas tau kondisi aku.
    Entahlah rasanya badan lemes sampai hari ini..

    Aneh juga yah mba saluran tuba didalam kok bisa infeksi. Aku sama sekali ga KB/Blm pernah hamil. aku pikir tadinya karena memang aku dan suami kecapean. Soalnya kalo aku berobat alternatif semuanya blg gitu dan mereka blg “kesempetan punya anak mah ada cuma masih jauh”

    Singkat cerita walaupun masih lemes dan shock, aku dan suami sudah niatin untuk ikut program BT waluapun aku baca di blog2 lain katanya biayanya mahal diatas 50jt yah?

    Mba sekarang sudah ikut BT yah? dimana? kira2 biayanya habis berapa yah, soalnya aku mau cari RS yang lbh terjangkau sama kantong ku. maklum kami hanya staff kantor biasa.

    Kalau mba ada email boleh donk aku minta, aku cuma mo share aja.
    Ini email aku ellen_dyg@yahoo.com

    makasih yah mba hima..:)

    salam,
    ellen

    Reply
    • Dear Mbak Ellen… saya mengerti banget apa yang Mbak rasakan… semoga masa-masa yang berat ini segera berlalu ya Mbak…
      Memang setau saya hydrosalphing itu tidak ada yang bisa memastikan apa penyebabnya. Saya dulu juga “berontak” kenapa bisa terjadi? karena saya yakin, saya menjaga kebersihan daerah V dengan cermat..

      Sebaiknya memang dibereskan dulu hydrosalphing-nya, diobatin sampai tuntas.
      Saya dua kali ikut BT dan belum berhasil.. kalau Mbak Ellen baca blog saya ini, semua posting itu saling berkaitan..
      Tentang biaya, memang rata-rata di atas 50 juta. belum termasuk segala macam pemeriksaan lab.
      Cari di internet banyak kok RS/klinik fertilitas yang melayani program BT. Cari yang ada di kota Mbak Ellen tinggal, soalnya BT mah harus tiap hari datang ke RS untuk suntik, USG dan cek darah. Kalau pilih yang di luar kota, sedikan juga dana untuk kos di sekitar RS.
      setidaknya 1 bulan atau lebih..

      Untuk sementara saya belum bisa membuka lebih jauh di mana saya ikut program BT ya Mbak, mengingat program saya belum berhasil, soalnya (menurut saya sih) menyangkut nama RS juga..
      tapi silakan kontak saya di e-mail saya. hima.alvie@gmail.com

      salam,
      hima

      Reply
      • ellen

         /  October 23, 2012

        Salam Mba Hima,

        Makasih quickly responnya mba hima
        Life must going yah mba, jangan menyerah kata D’MASIV.

        Wah baca tulisan dari mba jadi semakin harus pasrah nih sama Tuhan akan jalan yang sudah ditentukan. Jadi takut gagal ikut BT (padahal belom dicoba yah)
        PR terbesar saya saat ini adalah ngumpulin uang buat ikut BT nih..semoga rejeki datang berlimpah supaya saya bisa ikut BT…amin.

        mba tinggal didaerah mana? aku mo tanya lebih detail nih mengenai BT (aku email yah).

        Salam,
        Ellen

  5. ellen

     /  March 27, 2013

    Haloo Mba Hima, apa kbrnya mba?
    semoga kita semua dalam keadaan sehat yah,
    Aku habis HSG ke2 lagi nih (biaya 815ribu) tgl 5 maret kemarin dan hasilnya tuba kan tetep bandel block/non patent dan kiri suggestif paten setelah ditiup paksa oleh dokternya. aku di rs abdi w****o, karena agak ditiup jadinya sakit luar biasa…..(lebih sakit dr yg ke-1)

    tp pas aku tanya dr spog nya katanya ga usah di LO (sambil tunjukin letak hydrosalphingnya) karena bengkaknya ga parah dan bukan di tempat embrio nempel.
    bersyukur karena ga perlu operasi LO dan agak bingung juga sih karena biasanya baca artikel lain hyrdosalphing disuruh LO dulu kalo mo ivf.

    dokternya saranin aku langsung ivf aja mumpung masih 29thn (rencana memang tahun ini kami mo IVF, sekarang lagi kumpulin budget dulu hehehehehe), suami ku sih pgnnya coba insem dulu (malah maksa dokter coba insem 3x).

    binggung juga sih insem berpeluang ga dgn kondisi tuba kanan nonpaten, ada saran ga mba? yg aku bingung insem sekedar coba2 atau emg ada peluang soalnya dokternya pas suamiku bilang minta insem sampe 3x dokternya bilang 1x aja drpada sayang buang waktu dan uang mending dikumpulin aja buat ivf. Apakah ini pertanda dokternya ragu yah kalo insem….insem biayanya brpan yah?

    hmm…bingung saya, kurang ilmu, kurang pengalaman, semakin banyak baca kisah pejuang lain di bayi-tabung.com saya juga semakin pusing dan bingung

    Salam Semangat Mba Hima…🙂

    Reply
  6. Miss purple

     /  December 6, 2015

    Kmren biz hsg trnyata penyakit inilah penyebabku lum hamil slm hmpr 3 thun. Trm ksh mbak, atas informasix. Sangat membantu

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: