Sperma

Sperma adalah cairan yang dikeluarkan pria melalui penis. Testis memproduksi sel-sel sperma (spermatozoa)  yang dikeluarkan pada saat ejakulasi bersama dengan cairan semen. Cairan semen ini berfungsi untuk mengantarkan sel-sel spermatozoa ke dalam rahim.

Nah, yang terlihat keluar dari penis pada saat ejakulasi itu adalah semen ini, sedangkan spermatozoa tidak dapat dilihat oleh mata telanjang. Spermatozoa hanya dapat dilihat melalui mikroskop.

Hanya spermatozoa sehatlah yang bisa memasuki rahim. Sedangkan cairan semen, sel-sel sperma yang rusak dan abnormal akan tertahan di mulut rahim dan perjalanan mereka terhenti di sini. Cairan dalam vagina perempuan bertugas menyeleksi sel sperma yang sehat dan “mengijinkannya” untuk bisa meneruskan perjalanan menuju rahim guna membuahi sel telur matang.

Bentuk sperma

Sperma berbentuk seperti kecebong, terdiri dari  kepala seperti telur, badan sperma dan ekor sperma yang berguna untuk berenang/mendorong maju menuju sel telur.

anatomi sperma

catatan: gambar saya pinjam dari sini.

 

 

Pergerakan sperma

  1. 1.      Grade A (Fast Progressive) = sangat aktif, gerakan maju cepat, lurus dan gesit.
  2. 2.      Grade B (Show Progressive) = sperma bergerak maju, lambat, kadang berbelok
  3. 3.      Grade C (Non Progressive) = ekor bergerak, tapi tidak maju, diam di tempat atau hanya berputar-putar saja.
  4. 4.      Grade D (Immotile) = tidak bergerak sama sekali.

Nah, yang diperlukan untuk membuahi sel telur adalah sperma grade A dan B dengan jumlah setidaknya 50%.

 

Sperma yang sehat yang bagaimana sih?

Dalam satu ejakulat (1 porsi), sperma dikatakan sehat (Normozoospermia) jika memenuhi beberapa syarat.

Standar yang ditetapkan WHO adalah sebagai berikut.

  1. Volume :  2 ml atau lebih
  2. pH : 7,2 sampai dengan 8,0 (parameter keasaman)
  3. Konsentrasi spermatozoa: 20 juta spermatozoa / ml atau lebih
  4. Jumlah total spermatozoa : 40 juta spermatozoa
  5. Motilitas spermatozoa : Dalam waktu 1 jam setelah ejakulasi, sebanyak 50% dari jumlah total spermatozoa yang hidup, masih bergerak secara aktif.
  6. Morfologi spermatozoa : 30% atau lebih memiliki bentuk yang normal
  7. Vitalitas spermatozoa : 75% atau lebih dalam keadaan hidup
  8. Jumlah sel darah putih : lebih sedikit dari 1 juta sel/ml

Sumber: silakan klik situs ini.

 

 

Semuanya ditentukan dalam pemeriksaan laboratorium profesional. Pastikan laboratorium Anda mengikuti standar WHO terkini.

Jika salah satu dari syarat-syarat tersebut tidak terpenuhi maka fungsi reproduksinya akan terganggu seperti  kesulitan membuahi sel telur.

 

Oh, nggak bisa menentukan sendiri ya?

Yah, uji laboratorium berstandar resmi lah yang bisa menganalisa kondisi sperma pria. Jangan menginterpretasikan sendiri yaa…

hima

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: