Sperma Kurang/ Tidak Sehat

Seringkali, orang (baca: pria/suami) malu membicarakan hal-hal tentang sperma yang kurang /tidak sehat. Tidak sedikit yang menolak dan enggan memeriksakan diri ke dokter. Alasannya takut, malu… ada yang berkeras menganggap dirinya sehat dan subur. Dan,  buanyyaaakkkk banget orang yang tidak tahu menahu tentang sperma yang mengalami gangguan.

Di posting sebelumnya, saya menulis tentang sperma yang sehat atau Normozoospermia.

Nah, sekarang saatnya membicarakan sperma yang kurang/tidak sehat.

Uji laboratorium berstandar resmi lah yang bisa menganalisa kondisi sperma pria secara akurat.

 

2 hal yang bisa Anda /suami Anda perhatikan sendiri:

1. bau = khas, langu. Jika amis, artinya ada penyakit/infeksi.

2. warna= putih keruh sedikit agak abu. Jika berwarna kuning atau kemerahan (darah) artinya ada penyakit infeksi.

 

Sperma cacat atau tidak sempurna

Sperma yang sehat mempunyai satu kepala sperma berbentuk bukat telur, berbadan satu dan mempunyai satu ekor panjang untuk berenang menuju sel telur.

Sedangkan sperma disebut cacat bila ukuran kepala sperma terlalu besar (giant), terlalu kecil/kerdil (micro-sperm), berkepala ganda, berbadan ganda dan berekor ganda. Kepala sperma yang runcing, penyok dan bertonjolan juga termasuk dalam sperma cacat.

morfologi sperma

Sperma berbentuk tidak sempurna atau cacat seperti dia atas, tidak dapat berenang dan tidak dapat membuahi sel telur. Sperma yang demikian ini akan dihadang oleh cairan vagina dan dikeluarkan bersama dengan cairan semen.

catatan: gambar saya pinjam dari situs ini.

 

 

Gangguan pada sperma.

1. Asthenozoospermia = gerak kurang

Gerakan sperma yang memenuhi syarat untuk dapat membuahi sel telur adalah yang geraknya maju lurus, cepat gesit, dan maju lurus, lambat. Asthenozoospermia terjadi jika jumlah sperma yang masih hidup dan bergerak secara aktif, dalam waktu 1 jam setelah ejakulasi, kurang dari 50%.

 2. Teratozoospermia = bentuk (normal) kurang

Bentuk sperma yang sehat dan normal adalah berkepala satu dan berekor panjang satu. Teratozoospermia terjadi jika jumlah sperma dengan morfologi normal kurang dari 30%.

3. Oligozoospermia = jumlah kurang

   hal ini terjadi jikaspermatozoa kurang dari 20 juta per ml dalam sekali ejakulasi.

4. Oligoasthenozoospermia= jumlah dan gerak kurang dari parameter standar.

5. Oligoasthenoteratozoospermia = jumlah, gerak dan bentuk kurang. Dengan kata lain, kombinasi kelainan ketiga variabel tersebut.

6. Azoospermia = tidak ada spermatozoa dalam ejakulat.

7. Aspermia= Tidak ada ejakulat

8. Kriptozoospermia= Hanya ada beberapa spermatozoa

9. Nekrozoospermia=Tidak ada spermatozoa yang hidup.

 

 

Sperma encer?

Ah, istilah ini banyak sekali menyesatkan. Sebenarnya tidak ada istilah sperma encer dalam dunia medis. Yang terlihat itu hanyalah cairan semennya saja, sedangkan yang diperhitungkan dalam analisa sperma adalah  jumlah atau konsentrasi, ph (derajat keasaman) gerakan dan bentuk sel sperma melalui uji laboratorium. Hasil analisa sperma ”hanya” menggunakan 9 istilah di atas.

Sperma encer, hanyalah istilah awam dan marak digunakan dalam (iklan) pengobatan alternatif.

Semoga info ini berguna ya….

Semangat!!

Hima

Previous Post
Leave a comment

6 Comments

  1. Hera

     /  October 10, 2012

    Dear Mbak Hima…
    Saya senang membaca bloh Mbak karena Saya juga bs merasakan apa yg Mbak alami…Saya sudah 1,5th menikah dan blm dikaruniai anak, bbrp bulan y lalu Saya habis kuret krn ada polip di rahim…
    Kadang lelah rasanya menghadapi pertanyaan keluarga dan orang2 ttg “Blm pny anak?kpn?di tunda?blablabla..” padahal mrk tdk tahu betapa besar keinginan Saya juga mempunyai anak…
    Pasca kuret Saya disarankan byk olah raga dan mnm obat Forbetes 2×1 tiap hari krn kata dokter sel telur Saya kecil2 dan Saya kurang subur…
    Namun yg lbh menyedihkan ketika suami Saya akhirnya ikut di tes sperma juga dengan hasil sbg berikut :
    Warna : Putih Mutiara
    Viskositas : Sedang
    Liquefaksi : 30 menit
    Bau : Khas
    pH : 8,3
    Volume : 3
    Konsentrasi Sperma : 4
    Jumlah Total Sperma : 12
    Mortulitas:
    – Gerak maju cepat : 7
    – Gerak maju lambat : 57
    – Gerak di tempat : 8
    – Tidak bergerak : 28
    Morfologi :
    – Normal : 2
    – Abnormal :98
    – kepala : 73
    – leher : 10
    – ekor : 5
    – sitoplasmik droplet : 12
    Aglutinasi : –
    Viabilitas : 64
    Leukosit : 2,48
    Yg menurut dokter itu termasuk masalah yg serius..huuffttt…>_<
    Saya sendiri bingung gmn menghadapi masalah ini..apa ada saran ato berbagi pengalaman?
    Tapi Saya masih tdk putus semangat…Insya Alloh kabar baik akan datang pada akhirnya…^_^

    Reply
    • muchtar abdullah

       /  October 12, 2012

      ytgf

      Reply
    • Dear Mbak Hera,
      salam kenal ya, terima kasih sudah membaca blog saya…
      saya bisa mengerti dan memahami apa yang Mbak Hera rasakan….
      mungkin klise ya untuk mengatakan “sabar”, karena memang lebih mudah dikatakan daripada dilakukan.
      Saya yakin, Mbak Hera sendiri pasti punya pertimbangan bagaimana harus bersikap menghadapi “keramahan” di sekitar Anda.

      Tentang kondisi suami, sebaiknya berkonsultasi saja pada dokter kandungan. Kalau perlu, dokter Anda pasti akan merujuk suami untuk berkonsultasi pada Androlog. bagaimanapun dokter lah yang lebih mengerti pertimbangan dan tindakan medis yang harus dilakukan.

      Salam,
      hima

      Reply
  2. Swami saya pernah test sperma , hasil nyaa azoosperma , saran dokter cek tes sperma lagi……. Apakah hasil nyaa bisa beda tidak azoosperma lagi

    Reply
    • Dear Mbak Anik,
      maaf telat menjawabnya ya…
      biasanya sih dokter memang menyarankan test perma lagi 2-3x dengan memenuhi syarat2 tertentu misalnya puasa senggama/ejakulasi sekian hari (antara 3-5 hari) dan sudah mengkonsumsi obat/vitamin yang diresepkan dokter untuk melihat kondisi sperma suami apakah ada peningkayan atau tidak setelah minum obat.
      Dokter akan menyimpulkan dari hasil test-test tersebut, untuk menegakkan diagnosa dan menentukan treatment yang tepat untuk suami, Mbak..

      tetep semangat ya Mbak Anik.. pasti ada jalan…
      salam
      hima agnezita

      Reply
  3. rima

     /  November 4, 2014

    Untuk penderita Oligoasthenozoospermia solusinya apa? Dan harus minum obat apa/konsumsi mkanan apa aja? Tks

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: