Menstruasi

Menstruasi adalah sebuah siklus yang sangat rumit yang dialami mamalia betina dewasa yang telah matang sistem reproduksinya.

Saya akan fokus pada menstruasi manusia saja, yang terjadi pada perempuan yang telah matang mulai dari usia 11 hingga 45 tahun.

Menstruasi atau haid terjadi setiap bulan di luar masa kehamilan dan menopause (mati haid).

Disebut rumit karena melibatkan aktifitas otak dan perubahan hormonal dalam tubuh.

Kita seringkali menganggapnya sebagai hal yang lumrah dan sesederhana ini: pendarahan bulanan.

 

Saya coba tulis sesingkat mungkin dan tidak terlalu teknis agar mudah dimengerti.

 

Mengapa perempuan mengalami menstruasi?

Rahim perempuan dirancang dan dipersiapkan untuk kehamilan. Dinding rahim menebal serupa spons lembut yang kaya akan nutrisi untuk embrio menempel dengan aman dan bertahan hidup.

Nah, jika tidak terjadi kehamilan, dinding rahim ini luruh dan keluar sebagai darah haid. Seringkali gumpalan-gumpalam kecil darah ikut keluar. Itu hal yang normal.

 Cairan haid yang dikeluarkan ini mengandung darah, cairan mucus leher rahim, sekresi cairan vagina dan “cabikan-cabikan” jaringan endometrium.

 

 

 Sering sakit perut selama haid, nih!

Ya, beberapa perempuan merasakan perut mulas, kram menstruasi, lutut pegal dan nyeri, diare, pusing dan mual, kadang disertai dengan nyeri payudara.  Blame it on the hormone.

Hormon reproduksi bertanggung jawab pada rasa tak nyaman selama menstruasi ini.

 

 

Kram menstruasi itu yang bagaimana sih?

Dinding rahim yang tidak menerima implantasi embrio, menjadi ”mati” dan meluruh. Tubuh akan otomatis mengenalinya sebagai benda asing yang harus dikeluarkan dari tubuh.

Rahim akan berkontraksi secara spasmodic (terjadi dalam interval waktu yang tidak teratur dan tak terduga datangnya) -untuk mendorongnya keluar dari rahim. Kontraksi rahim inilah yang membuat perut mulas dan kram.

Kram menstruasi yang normal terjadi pada hari pertama dan kedua. Jika kram terasa terlalu sakit dan mengganggu hingga tidak bisa melakukan aktifitas atau berlanjut hingga hari ke tiga dan seterusnya, saatnya bagi Anda untuk waspada. Segera tanyakan pada dokter untuk mencari penyebabnya.

Penting untuk mengenali kram yang Anda rasakan. Semakin sakit menstruasi mengganggu Anda, bisa jadi ada benda asing lainnya dalam rahim Anda (endometriosis, kista atau polip) sehingga rahim berupaya lebih keras berkontraksi untuk mengeluarkannya.

 

Berapa lama menstruasi berlangsung?

Pendarahan haid umumnya terjadi 3 sampai 5 hari, kadang berlanjut dengan bercak kecoklatan hingga 2-3 hari setelahnya.

“Pola” pengeluaran cairan haid umumnya adalah:

– perubahan warna cairan keputihan keruh menjadi lebih gelap, berwarna kecoklatan atau pink muda tipis

– bercak/flek (kadang tanpa flek)

– pendarahan banyak hari 1 sampai 3,

– berkurangnya jumlah pendarahan pada hari ke 4 dan 5,

– jumlah darah sedikit dan berhenti

– flek-flek

– bersih

Hati-hati jika pendarahan berlangsung lebih dari 9 hari, karena ini termasuk dalam kelainan menstruasi. Tanyakan pada dokter untuk memastikan kondisi Anda.

 

 

 

Siklus haid itu apa?

Siklus haid dihitung sejak hari pertama pendarahan menstruasi terakhir hingga hari pertama pendarahan menstruasi berikutnya. Siklus ini umumnya berlangsung 28 hingga 33 hari.

Dalam satu siklus akan terjadi proses lain: penebalan dinding rahim, perkembangan folikel telur, pematangan dan pelepasan sel telur (ovulasi), lalu peluruhan dinding rahim (haid).

Kemudian satu siklus baru dimulai lagi.

 

Kelainan menstruasi

Normalnya, menstruasi berlangsung selama 2-8 hari. Jika pendarahan berlanjut sampai lebih dari 9 hari, itu tidak normal.

 

Kelainan haid itu apa saja sih?

 

  1. Anda belum mendapatkan haid pertama pada usia 16 tahun.
  2. Anda mengalami sakit haid yang hebat sampai pingsan/ mengganggu aktifitas kerja (Dysmenorrhea)
  3. Pendarahan haid tiba-tiba berhenti.
  4. Anda mengalami pendarahan di tengah-tengah siklus Anda.
  5. Anda mengalami pendarahan hebat melebihi haid biasa (Menorrhagia).
  6. Darah haid terlalu sedikit (oligomenorrhea)
  7. Tidak ada haid meskipun tidak hamil dan menpause selama 3 bulan berturut-turut (Amenorrhea)
  8. Haid tidak teratur. Jarak haid sebelumnya dengan haid terakhir lebih dari 45 hari hingga 2 bulan. Besar kemungkinan terjadi unovulatory (tidak ada sel telur yang matang dan terlepas dari indung telur, sehingga tidak terjadi haid)

 

 

Nah, catatlah selalu periode dan tanggal haid Anda! Perhatikan juga jumlah cairan yang keluar, normal atau tidak, termasuk lamanya flek-flek kecoklatan. Bagi yang menginginkan kehamilan, catatan riwayat menstruasi selama 6 bulan terakhir sangat membantu lho..

Dokter atau Konsultan Fertilitas Anda pasti menanyakan riwayat haid Anda. Dokter akan sangat terbantu dengan catatan ini.

Jangan mengarang yaa… 

 

catatan: beberapa info saya sarikan dari  link ini dan link ini.

Silakan klik untuk info lebih mendalam.

Hima

Leave a comment

4 Comments

  1. info ini sangat membantu banget. saya sedang promil, sudah 2 thn blm dikaruniai keturunan. next, bakal dicatet deh tangal haid dan siklusnya. hehe. nice info!

    Reply
  2. kumcer(dot)com

     /  November 10, 2013

    terima kasih banyak buat infonya bu… membantu sekali…memang flek coklat itu banyak sekali penyebabnya… kebetulan saya juga buat artikela yang hampir sama, coba mampir ke blog saya ya

    http://www.klikharry.com/2013/11/08/mens-flek-coklat/

    Reply
  3. Thanks banget infonya.. Saya baru “ngeh” kalo flek coklat itu darah yang tercampur oksigen.. Kebetulan saya sedang program bayi tabung / ivf.. Info ini sangat membantu..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: