Varikokel

 

Apa sih varikokel itu? 

Varikokel (Varicocele), adalah dilatasi abnormal atau gangguan akibat pelebaran pembuluh darah vena di sekitar buah zakar atau testis. Kelainan ini menyebabkan infertilitas pada pria: berkurangnya jumlah produksi sperma, bentuk sperma cacat, dan gerakan sperma lambat.

Dari berbagai sumber yang saya baca, ternyata varikokel lebih banyak terdapat pada bagian testis kiri karena alasan anatomis.

Peredaran darah terganggu di area ini karena kerusakan/kelainan pembuluh darah, yang mengakibatkan tidak lancarnya sirkulasi darah ”kotor” yang seharusnya kembali ke ginjal untuk dibersihkan, dan justru cenderung kembali ke bawah, sehingga pasokan darah bersih dan oksigen tidak lancar dan akibatnya  suhu testis meningkat.

Dalam beberapa kasus, varikokel ini disadari oleh penderitanya karena rasa nyeri yang mengganggu pada testis, dan bahkan teraba adanya gumpalan otot yang mrungkel.

Dalam bahasa awamnya nih, varises testis.

Tetapi ternyata kelainan ini tersembunyi bagai musuh dalam CD selimut karena tidak semua gejala varikokel disadari oleh penderitanya.

Biasanya kelainan ini diketahui berawal dari kedatangan pasien pada androlog dengan keluhan infertil selama lebih dari 2 tahun.

Varikokel ini cukup jahat serius, karena membuat FSH dan Testosteron berkurang  (hormon yang bertanggung jawab atas reproduksi), sehingga pasien sulit menghamili pasangannya.

 

Pemeriksaannya bagaimana sih?

 

 

Dari analisa klinis sperma, -biasanya terus menurun atau tidak ada perbaikan meskipun sudah diobati-, androlog langsung mencurigai adanya varikokel.

Kemudian androlog akan melakukan palpasi (meraba). Pasien berdiri biasa dan androlog akan memeriksa meraba/menyentuh testis pasien untuk mengetahui adanya benjolan urat di kantung scrotum.

Kemudian pasien diminta melakukan manuver valsava atau mengejan. Dalam keadaan mengejan, otot-otot varikokel akan lebih nyata terlihat atau teraba. Tetapi ada pula kasus varikokel ringan yang tak teraba oleh androlog. Biasanya, untuk menegakkan diagnosa androlog akan mengadakan pemeriksaan lanjutan menggunakan stetoskop Doppler untuk mendeteksi kelainan pada aliran darah pada testis.

 

Apabila diperlukan, pemeriksaan akan berlanjut pada USG testis. USG ini lebih meyakinkan untuk menegakkan diagnosa. Biayanya pun lumayan mahal.. kalau nggak salah ingat sekitar 500ribu rupiah.

 

Pengobatannya apa saja?

Androlog akan meresepkan beberapa obat. Dalam beberapa kasus, androlog akan menyarankan operasi untuk membereskan varikokel ini.

Namun, masih banyak silang pendapat di kalangan medis tentang operasi ini, karena banyak kasus ternyata membuktikan tidak ada perubahan signifikan setelah operasi.

Androlog kami juga menjelaskan memang peluangnya 50-50 antara operasi atau tidak operasi. Konsekuensi dari operasi adalah pemulihan yang lumayan lama, rasa tidak nyaman pada pasien, dan biaya yang lumayan.

 

Apa sih penyebab varikokel itu?

Belum diketahui dengan pasti apa penyebab varikokel. Ada beberapa pendapat, bahwa penyebabnya adalah karena:

  1. faktor genetis/keturunan. Orang tua dengan riwayat varises, berpeluang lebih besar untuk menurunkan varises pula pada keturunannya, dengan resiko varikokel pada anak laki-laki.
  2. obesitas: kegemukan pada daerah perut dan pinggang menyebabkan suhu panas dan mempengaruhi kesehatan testis.
  3. suhu panas: pria yang berkerja dalam suhu yang panas terus menerus berpeluang lebih besar menderita varikokel.

 

Selanjutnya bagaimana?

Ini sih hasil ngobrol dengan dokter dan saya kira ada baiknya saya bagikan di sini. Sebaiknya sih pasien menghindari pakaian dalam yang terlalu ketat. Gunakan boxer yang lebih longgar dan tetap menyerap keringat, lebih baik pilih warna putih daripada warna gelap. Juga jangan terlalu sering mengejan.

Bagi kami berdua, tidak ada yang harus disalahkan dalam kasus kami. Apapun keadaannya, kami belajar untuk tidak menyesali keputusan yang kami buat ataupun keputusan yang tidak kami ambil di masa lalu.

what is done, is done…

Saatnya bergerak maju. Semangaatt!!

 

hima

Leave a comment

5 Comments

  1. Amel

     /  April 11, 2014

    Dear mbak hima,,
    maaf ni mbak ,, berhubung ada kesamaan antara kasus yang kita alami,,
    aku mau nanya nie..

    Dari yg postingan androlog andrologi mbak hima bilang kalau suami mbak varikokel juga ya.
    Suamiku juga mbak,, kategori 3
    Kemarin waktu diperiksa sama Dr.Dicky kelihatan banget
    Saya sempat syock mbak ,, waktu dijelaskan Dr. Dicky
    Soalnya sebelumnya g pernah ada indikasi ke arah situ

    Cm yg bkn hati lega… Dr Dicky sih bilang “spermanya Bapak masih cukup kok untuk insem atau BT” cuma hormonnya harus diperbaiki dulu karena FSH dan testosteronnya sangat kurang
    TAPI sebenarnya hasilnya operasi itu sangat2 jauh lebih baik,,, dan peluang keberhasilannya lebih tinggi ketimbang BT sekalipun

    Yang ingin ku tanyakan sama Mbak Hima ” Suami mbak hima setelah minum obat dari dokter dan yang dioles2 itu bagaimana hasilnya? apakah sudah bisa maksimal?”

    kalau suamiku,, setelah kami berdiskusi panjang akhirnya kami petuskan untuk operasi saja karena efek dari varikokel itu suami sering nyeri pinggang dan sekarang malah perut bawah juga mbak… jadi lebih ke alasan kesehatan jangka panjang

    Benar kata mbak Hima,, dalam kasus seperti kita … suami Istri harus saling mendukung ya mbak

    Dan benar varikokel memang musuh dalam selimut ya… keberadaannya tak pernah diketahui.. kapan datangnya juga gak tau persis..

    Semoga yang kuasa meridhoi jalan kita ya mbak…
    SALAM

    Reply
    • Mbak Amel…
      suami saya sih grade 2 sebelah kiri, kanan normal..
      androlog saya bilang tdak perlu operasi karena tingkat keberhasilan 50-50, bahkan ada juga yang tidak mengalami perubahan signifikan. Karena 2 androlog tidak menyarankan operasi, maka suami nggak operasi Mbak.. ditreatment dgn terapi hormon aja..
      Puji Tuhan hasilnya bagus sih Mbak…
      Amin untuk doanya ya Mbak Amel.. semoga suami juga semakin membaik ya..

      salam,
      hima agnezita

      Reply
  2. Amel

     /  May 24, 2014

    mbak hima.. suamiku nggak jadi oprasi
    kemarin sebenarnya yg nyaranin banget buat oprasi sii urolognya sii mbak
    kalau dr.Dicky menyerakan sepenuhnya ke pasien & menjelaskan efek2nya dari A-Z
    o ya mbak yang bikin nyeri pinggang suamiku kemarin ternyata prostatitis
    sekarang sii udah g sakit lagi setelah sebulan minum obat yg diresepkan dr.Dicky

    akhirnya setelah diskusi panjang suami tdk jadi oprasi karena kasian aku juga yg kemarin endo ku grade 4
    kalau kelamaan nunggu hasil pasca oprasi varikokel takutnya endo nya balik

    kalau boleh tau obat hormonnya suami yang diminum apa ya mbak?
    terus yang dioles juga

    terimaksih ya mbak

    SALAM ^_^

    Reply
    • Dear Mbak Amel,
      maaf ya baru balas.. semoga keputusan yang diambil mbak Amel dan suami adalah keputusan yang terbaik yaa..

      dulu suami saya minum obat Pro ATP, QTen, Genoclom, Infelon dan Tromilin.
      Gel olesnya namanya Tostrex.

      salam,
      hima agnezita

      Reply
  1. Androlog dan Andrologi « A Little Cup of Happiness

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: