…when we crushed into ashes…

 

 Bulan Oktober ini terasa begitu berat. Melelahkan. Saya ingin Oktober segera berakhir, meski itu mustahil, saya tahu.

 

Ya, awal bulan ini kami harus menghadapi kekecewaan lagi. Ujian berat.

Program bayi tabung kami yang kedua, berjalan lancar bulan September kemarin sejak persiapan IVF sampai pada tahap Embryo Transfer (ET).

 

Tapi tanggal 9 Oktober kemarin, kami harus menerima kenyataan pahit yang melumpuhkan semangat.

Pagi hari, saya menggunakan test pack, dan hasilnya negatif. Sedih dan kecewa, meski masih berusaha untuk tetap berharap adanya mukjizat pada hasil uji laboratorium di Rumah Sakit.

 

Ternyata setali tiga uang. Hasil lab beta HcG saya hanya 0.12 

Artinya negatif. Ketiga embryo yang ditransfer dalam rahim saya akhir  September lalu, gagal menempel pada dinding rahim saya.

Mengapa gagal, tak ada jawaban pasti. Pun dokter dan embryologist kami tak ada yang bisa menentukan sebabnya.

 

Saya kecewa, saya berduka, saya menangis. Pedih rasanya.

Saya tak sendirian. Suami saya sama kecewanya dengan saya, sama dukanya dengan saya, sama pedihnya dengan saya.

 

Kami sempat menangis bersama. Betapa harapan yang melambung tiba-tiba harus terpelanting jatuh ke cadas yang meremukkan…

 

Tapi masih tetap saya bersyukur. Saya semakin mengenal suami saya.

Kami merasa harus terus saling menguatkan.

 

Bahwa kami kuat, ya, saya yakin itu.

Tapi kami juga manusia normal, yang juga lemah, yang rapuh.

 

Kami berdua kelelahan lahir batin. Saya merasakan penat dan lesu berkepanjangan. Suami saya juga akhirnya sakit. Demam.

 

Saya masih bisa bersyukur, melihat langsung kelemahan suami saya. 

Saya masih bisa bersyukur, suami saya melihat langsung kelemahan saya.

Saya tak akan menuntutnya untuk selalu kuat di samping saya. Ia boleh saja menangis, ia boleh kecewa, ia boleh bersedih dan berduka.

Saya tahu ia tak sempurna. Karena ketidaksempurnaannya itulah saya menikahinya.

Suami saya juga semakin mengenal saya, juga karena ketidaksempurnaan saya.

 

And here we are… feel like crushed into ashes…

Yah, rasanya remuk redam. Seolah ujian tak ada habis-habisnya…

Tapi kami akan tetap mencoba bangkit lagi. Mohon doa.

 

hima

Leave a comment

5 Comments

  1. ellen

     /  October 24, 2012

    Dear Mba Hima,

    Jadi inspirasi bgt nih tulisannya,mungkin nanti saya akan mengalami tahapan yang mba tulis ini, tp saya juga terinspirasi untuk tetap tabah dan ikhlas seperti tulisan mba ini.

    Mba kalo proses transfer embrio ke rahim kita itu seperti apa sih? biar ada gambaran aja cara nya gimana (kalo perlu bikin lagi mba tulisan pengalaman tentang proses BT) karena ternyata banyak wanita yang mengalami hal yang sama seperti kita kita ini. Tulisan mba ini sangat berguna buat orang lain loh.🙂 makasih yah mba

    Salam,
    Ellen

    Reply
    • Hai Mbak Ellen…
      terima kasih udah nanggapin tulisan curhat saya ini ya…
      saya memang berencana membuat tulisan tentang tahap-tahap bayi tabung. Sudah ada di draft dan tinggal posting aja..
      tapi karena program saya belum berhasil, saya belum berani posting apapun tentang bayi tabung… takutnya nanti malah memberi info setengah-setengah gitu.
      semoga Tuhan mengabulkan doa saya jadi program BT saya berhasil, dan dengan begitu saya bisa share di blog ini.
      Saya bertekad menulis untuk berbagi pengalaman real dan nyata yang saya dan suami alami supaya bisa menjadi (sekedar) info atau malah mungkin mendapat “teman seperjuangan” yang ingin berbagi cerita..

      salam,
      hima

      Reply
  2. purnama

     /  January 10, 2014

    dear mba hima,
    saya sangat memahami perasaan mba hima
    karena saya juga mengalami hal yang sama persis
    mari kita saling mendoakan yah mba
    setidaknya dalam usaha kita untuk menghadirkan si buah hati di rumah tangga kita, hati kita dan suami kita tetap diliputi bahagia, syukur dan harapan

    Reply
    • Dear Mbak (atau Mas?) Purnama…
      terima kasih untuk simpatinya yaa.. semoga harapan kita segera dikabulkan Tuhan…

      salam,
      hima

      Reply
  1. Segitu doang? Lah… gue?? « A Little Cup of Happiness

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: